Artikel
Program Vaksinasi Sebagai Aksi Untuk Menanggulangi Pandemi Covid-19 Di Indonesia
Oleh: Farrel CandraK.
Abstrak
Pada tanggal 31 Desember 2019, telah dilaporkan 27 kasus pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui terjadi di Kota Wuhan, provinsi Hubei di Cina. Pada 11 Februari 2020, WHO secara resmi menyebut penyakit yang dipicu oleh 2019-nCoV sebagai Penyakit Virus Corona 2019 (COVID-19). Dengan penyebaran yang sangat cepat ke 200 negara termasuk Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara dengan kasus covid-19 tertinggi di Dunia. Salah satu cara untuk mengentikan penyebaran virus corona di Indonesia adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah metode injeksi yang berisi organisme bakteri atau virus aktif atau non- aktif dan memicu kekebalan tubuh yang berfungsi melawan penyakit dari organisme tertentu.
Kata kunci: pandemi, penyakit, virus, vaksin
Pada tanggal 31 Desember 2019, telah dilaporkan 27 kasus pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui terjadi di Kota Wuhan, provinsi Hubei di Cina. Pada 11 Februari 2020, WHO secara resmi menyebut penyakit yang dipicu oleh 2019-nCoV sebagai Penyakit Virus Corona 2019 (COVID-19). Dengan penyebaran yang sangat cepat ke 200 negara di dunia maka pada 30 Januari 2020, WHO mendeklarasikan wabah COVID-19 di Cina sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern, PHEIC) ini menjadikan COVID-19 sebagai ancaman global dunia.
Asal mula virus corona di Indonesia sendiri dimulai dari warga negara Jepang yang sempat tinggal di Indonesia dan sempat melakukan kontak fisik dengan warga negara Indonesia. Dua warga Indonesia yang positif mengatakan bahwa melakukan kontak langsung dengan warga Negara Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia. Dan sejak saat itu pemerintah Indonesia mengumumkan secara resmi kasus COVID-19 pertama di Indonesia pada tanggal 2 maret 2020. Akhirnya pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan pencegahan menyebaran virus corona seperti menekankan protokol kesehatan pada masyarakat Indonesia dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan, jangan keluar rumah dan mengadakan vaksinasi sebagai salah satu cara untuk menghentikan penularan virus corona di Indonesia.
Sejak bulan maret 2020 sampai bulan November 2021 total jumlah pasien positif virus corona berjumlah 4,25 juta kasus dan jumlah total pasien yang meninggal akibat virus corona berjumlah 144 ribu jiwa. Jumlah yang sangat tinggi dibandingkan negara-negara tetangga. Faktor-faktor yang mempengaruhi penananganan virus corona di Indonesia antara lain seperti kurangnya tenaga kesehatan dan fasilitas yang tersedia kewalahan untuk menangani pasien covid-19 di Indonesia, ditambah virus corona yang bermutasi dan menyebar sangat cepat di Indonesia. Maka dari itu diharapkan program vaksinasi dapat menekan angka penularan covid-19 di Indonesia.
Program vaksinasi covid-19 untuk mengurangi jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia
Mengingat tingginya kasus positif covid-19 di Indonesia dan keterbatasan fasilitas penangan pasien covid-19 di Indonesia, maka program vaksinasi dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia. The emergency committee telah menyatakan bahwa penyebaran COVID-19 dapat dihentikan jika dilakukan proteksi, deteksi dini, isolasi, dan perawatan yang cepat agar tercipta implementasi sistem yang kuat untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Mengingat hal ini, sebagai upaya proteksi terhadap COVID-19, berbagai negara di seluruh dunia telah berkomitmen bersama
dengan melibatkan pemerintah, perusahaan bioteknologi, ilmuwan, dan akademisi untuk dapat menciptakan vaksin Covid-19. Sejauh ini telah banyak kandidat vaksin yang diluncurkan untuk melawan virus SARS-CoV-2. Maka dari itu diperlukannya pemahaman pada masyarakat soal pentingnya vaksinasi sebagai salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19.
Pandemi Covid-19
Pada awal tahun 2020 tepatnya pada tanggal 11 Februari 2020 WHO (World Health Organization) telah mengumumkan wabah penyakit pneumonia yang berasal dari kota Wuhan di China yang diberi nama Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Virus ini dapat menular dari manusia ke manusia dan penyebaran nya cepat ke 200 negara sehingga pada tanggal 29 Maret 2020 WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi .
Asal mula penularan virus ini belum begitu jelas diduga awalnya berawal dari pasar yang menjual berbagai macam jenis hewan seperti unggas, reptile, kelelawar dan lain lain. Pada Tanggal 18 Desember hingga 29 Desember 2019, dilaporkan ada lima pasien yang dirawat dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Pasien tersebut mengalami gejala klinis batuk kering, dispnea, demam, infeksi paru bilateral.
Virus corona dapat menyerang siapa saja dari orang dewasa sampai anak-anak pun dapat terjangkit virus corona. Gejala yang ditimbulkan oleh virus tersebut adalah demam, batuk kering, dan sesak napas, yang muncul 2–14 hari setelah terjangkit virus.
Virus tersebut dapat menular lewat udara (air borne) dan dapat menular dari droplet atau tetesan yang keluar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi. Sejak 31 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 kasus ini meningkat pesat, ditandai dengan dilaporkannya sebanyak 44 kasus. Tidak sampai satu bulan, penyakit ini telah menyebar di berbagai provinsi lain di China, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan, dan akhirnya ke seluruh dunia.
Sampel yang diteliti menunjukkan etiologi coronavirus baru. Awalnya, penyakit ini dinamakan sementara sebagai 2019 novel coronavirus (2019-nCoV), kemudian WHO mengumumkan nama baru pada 11 Februari 2020 yaitu Coronavirus Disease (COVID-19) yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2).
Pada bulan November 2021 total kasus Covid-19 di dunia mencapai 251 juta kasus, 5.1 juta meninggal dan di Indonesia sendiri mencapai 4,25 juta kasus, 144 ribu meninggal dunia.
Program Vaksinasi Covid-19
Bermacam upaya dilakukan pemerintah guna mencegah penularan covid-19 seperti membiasakan masyarakat untuk mematuhi protocol kesehatan seperti selalu mengenakan masker, menjaga jarak , rajin cuci tangan dan membuat kebijakan seperti pembatasan social berskala besar (PSBB). Vaksin adalah salah satu cara yang dianggap paling efektif untuk melawan penyakit menular seperti covid-19.
Vaksinasi adalah metode injeksi yang berisi organisme bakteri atau virus aktif atau non- aktif dan memicu kekebalan tubuh yang berfungsi melawan penyakit dari organisme tertentu. Manfaat dari vaksinasi adalah:
Vaksin COVID-19 Tidak Membuat Seseorang Terjangkit COVID-19 Vaksin COVID-19 yang dikembangkan saat ini tidak mengandung virus hidup yang menyebabkan COVID-19. Artinya, vaksin COVID-19 tidak membuat terinfeksi COVID-19. Ada beberapa jenis vaksin yang sedang dikembangkan. Semuanya mengandung zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan yang membuat tubuh mengenali dan melawan virus yang menyebabkan virus corona. Terkadang, proses ini menimbulkan gejala seperti demam ringan. Gejala ini normal dan sebagai tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab COVID-19. Setelah Mendapatkan Vaksin COVID-19 tidak akan membuat Positif COVID-19 pada Tes Virus Baik vaksin yang diizinkan dan direkomendasikan baru-baru ini maupun vaksin COVID-19 lain yang saat ini masih dalam uji klinis tidak dapat menyebabkan hasil positif pada tes virus, saat melihat apakah seseorang sedang terinfeksi. Jika tubuh berhasil menciptakan respon imun spesifik terhadap virus corona, ada kemungkinan akan mendapatkan hasil positif pada beberapa tes antibodi. Tes antibodi menunjukkan seseorang pernah mengalami infeksi sebelumnya dan tubuh memiliki tingkat perlindungan tertentu terhadap virus. Hanya saja, para ahli masih memantau bagaimana vaksinasi COVID-19 bisa memengaruhi hasil pengujian antibodi. Vaksin Melindungi Tubuh dari Infeksi COVID-19 Vaksinasi COVID-19 bekerja dengan membentuk sistem kekebalan tubuh tentang bagaimana mengenali dan melawan virus yang menyebabkan COVID-19, dan melindungi tubuh dari infeksi COVID-19.
Vaksin yang tersedia di Indonesia terdiri dari berbagai macam jenisnya, vaksin-vaksin tersebut sudah teruji kelayakannya sehingga digunakan di Indonesia, vaksin tersebut antara lain sebagai berikut:
(1) Sinovac vaksin yang paling sering digunakan di Indonesia adalah vaksin sinovac, vaksin ini diproduksi di negara China. Vaksin ini berjenis inactivated vaccine atau virus mati. Secara singkat inactivated vaccine adalah vaksin menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun. Vaksin inactivated memerlukan beberapa dosis dari waktu ke waktu untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit.(2) Astrazeneca vaksin ini diproduksi dari negara Inggris. Berjenis Live Vector Vaccine, atau vaksin yang berbasis dari virus yang direkayasa secara genetic. Setelah disuntikan, virus yang telah direkayasa secara genetic tersebut masuk ke dalam sel tubuh dan kemudian memicu sistem imun tubuh untuk menghasilkan antibodi dan mengaktifkan sel imun yang dapat melawan virus Corona.(3) Pfizer-BioNtech vaksin Pfizer-BioNTech merupakan kolaborasi antara perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, dengan perusahaan farmasi asal Amerika, Pfizer. vaksin ini berbasis messenger RNA (mRNA) Vaksin ini menggunakan materi genetik, yaitu protein spike dari Covid-19, yang dimanfaatkan untuk memberikan instruksi kepada sel tubuh agar membentuk antibodi.(4) Novavax vaksin buatan Amerika ini berjenis Sub-unit vaccine. Protein subunit yang digunakan pada vaksin Novavax adalah protein yang dibuat khusus untuk meniru protein alami pada virus Corona. Setelah masuk ke dalam tubuh, protein tersebut akan memicu reaksi antibodi untuk melawan virus Corona dan mencegah infeksi.
KESIMPULAN
Salah satu cara untuk menghentikan penyebaran covid-19 di Indonesia adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah metode injeksi yang berisi organisme bakteri atau virus aktif atau non- aktif dan memicu kekebalan tubuh yang berfungsi melawan penyakit dari organisme tertentu. Vaksinasi diharapkan dapat menghentikan penyebaran covid-19 di Indonesia karena vaksin dapat membantu tubuh untuk memproduksi antibodi untuk mencegah virus menginfeksi tubuh.
Kenapa vaksinasi penting dilakukan di Indonesia selain untuk melindungi masyarakat dari Covid-19, kasus positif covid-19 yang tinggi di Indonesia dan juga mencegah adanya kemungkinan virus corona untuk bermutasi di Indonesia. Oleh sebab itu vaksinasi sangat penting dilakukan di Indonesia. Jika tingkat kesuksesan vaksinasi di Indonesia tinggi maka Herd Immunity (kekebalan kelompok) dapat tercapai di Indonesia.
Vaksin Covid-19 yang beredar di Indonesia telah melalui uji klinis yang ketat, serta pemantauan pasca vaksinasi guna memastikaan vaksin tersebut aman dan bermanfaat. Di Indonesia, vaksin COVID-19 yang beredar telah mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Daftar Rujukan
Makmun, A. and Hazhiyah, S., 2020. TINJAUAN TERKAIT PENGEMBANGAN VAKSIN COVID 19. Molucca Medica, pp.52-59.
Dewi, S., 2021. Komunikasi Publik Terkait Vaksinasi Covid 19. HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN, 10(1), pp.162-167.
Comments
Post a Comment